September 2016 ~ CERITA KITA

search

Cerita Kita

semua orang punya cerita, dan cerita tidak akan menjadi cerita jika hanya berlalu begitu saja, tulislah cerita itu meski dengan kalimat sederhana, dengan begitu setiap detik, menit, jam, hari bahkan tahunan, cerita kita masih utuh dan bisa dikenang dan juga diceritakan kembali bagi siapapun yang ingin mendengarnya.

Pengalaman Pertama Naik Gunung

Naik gunung emang lelah, tapi.. rasanya nikmat, penuh kesan dan kenangan.

Berbagi itu Indah

Dalam hidup ini masih banyak diantara kita termasuk pribadi sendiri yang tidak peduli tentang kesusahan orang lain dan enggan rasanya untuk bersedekah. cerita ini menceritakan begitu nikmatnya bersedekah. Dengan memberikan sedikit rezeki kita, kita telah mengukir senyum bahagia diwajah yang kesusahan yang sangat-sangat membutuhkan sedikit dari rezeki yang kita miliki.

Keutamaan Membaca dan Menghafal Al-Qur'an

“Bacalah Al Quran karena sesungguhnya dia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada orang yang membacanya” (HR. Muslim).

Hari Idul Adha dan Keutamaannya Bagi Ummat Muslim

Pada suatu hari, saat Nabi Ibrahim telah bersama anaknya, ia (Ibrahim) bermimpi bahwa dirinya menyembelih puteranya, yaitu Ismail ‘alaihissalam. Setelah ia bangun dari tidurnya, Ibrahim pun mengetahui bahwa mimpinya itu adalah perintah dari Allah Subhaanahu wa Ta’ala karena mimpi para nabi adalah hak (benar), maka Nabi Ibrahim mendatangi anaknya dan berbicara berdua bersamanya. Ibrahim berkata, “Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!” Ismail menjawab, “Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (QS. Ash Shaaffaat: 102)

Tuesday, September 6, 2016

puisi dari kurniawan gunadi

TUHAN TIDAK PERNAH TINGGAL DIAM

Karena diam adalah bahasa yang hanya bisa dipahami dengan hati. Hanya hati yang jernih, yang bisa melihat diam sebagai sebuah puisi indah, sebagai sajak panjang dalam malam-malam sunyi.

Karena diam adalah bahasa yang hanya dipahami oleh diri sendiri dan Tuhan. Memilih diam, adalah memilih bercakap dengan diri sendiri. Dan hanya Tuhan yang tahu. Sebab itu aku memilih diam. Sebab aku tahu, Tuhan tidak akan pernah diam saja. Dia berbuat sesuatu dan aku tidak tahu. Tapi aku selalu tahu, bahwa Dia tidak sekalipun berniat buruk padaku.

Karena diam adalah bahasa yang selama ini disampaikan bumi kepada langit. Hujan kepada tanah. Angin kepada pucuk-pucuk bunga. Tanah kepada akar pohon. Malam kepada pagi. Dan kini diam adalah bahasa yang aku sampaikan kepadamu.

Sebab alam mengajarkan cinta dalam diamnya. Memelihara cinta dalam diamnya. Memanjatkan cinta dalam bahasanya. Sebab semesta mengajarkan kasih sayang dalam diamnya. Mengajarkan keindahan dalam heningya. Dan ketenangan selalu berhubungan dengan keheningan

Tidak perlu banyak bicara dan banyak tingkah untuk mengungkapan bahasa ini. Sebab, telah aku tahu bahwa meski diam. Tuhan tidak akan diam saja.