Pencemaran
Udara oleh Industri dan Penanggulangannya
- Pengantar
Kegiatan
manusia mengakibatkan pembebasan senyawa ke lingkungan. Pencemaran udara memiliki pengaruh nyata dan segera
tampak pada manusia, jika masalah ini dibandingkan dengan pencemaran untuk media
lain. Perkembangan industry mempertinggi tingkat pengaruh ini. Pada sisi lain
perkembangan peralatan dan teknologi pengendalian pencemaran udara semakin baik
dan canggih. Penerapan system pengendalian pencemaran selalu dikaitkan dengan
biaya operasi, biaya pemeliharaan dan biaya produksi.
Penurunan
tingkat pencemaran udara diperlukan untuk mempertahankan kualitas udara yang
memenuhi persyaratan bagi makhluk hidup di dalam biosfer, dan meningkatkan
kesehatan masyarakat di daerah industry maupun di daerah yang jauh dari
industry. Upaya ini dikaitkan pula dengan kenyamanan. Kegiatan manusia di
kota-kota besar merupakan bagian pada pencemaran udara ini. Daya dukung biosfera terbatas
dalam kapasitas penyerapan senyawa-senyawa yang dibebaskan ke lingkungan. Perlindungan
lingkungan yang ditangani lewat pengendalian pencemaran harus ditinjau secara
bersama-sama untuk berbagai media peralihan.
Pencemaran
Udara Oleh Industri
Industry
selalu dikaitkan dengan sumber pencemar, karena industry merupakan kegiatan yang
sangat tampak dalam pembebasan
berbaggai senyawa kimia kedalam lingkungan alam. Pemerintah telah menerbitkan
Undang-Undang No. 23 Tahun 1997 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Lingkungan
Hidup.
- Udara
Udara
tersusun atas komponen-komponen gas utama nitrogen (N2), oksigen (O2),
dan beberapa gas mulia serta jenis gas hasil kegiatan biologic dan kegiatan
alami gunung berapi. Jadi, udara alami tidak pernaha dalam keadaan murni.
Atmosfer dalam kenyataan merupakan system dinamik disamping watak nyata yang
tidak berubah-rubah karena selalu saling bertukar alih dengan gas pembentuk
udara secara berkesinambungan dari tumbuh-tumbuhan, kelautan dan makhluk hidup
lainnya. Siklus gas dalam atmosfer mencakup berbagai proses fisik dan proses
kimiawi. Berbagai jenis gas dihasilkan dari proses kimiawi di dalam atmosfer
itu sendiri, proses biologic, kegiatan gunung berapi, peluruhan senyawa
radioaktif dan kegiatan industry. Gas-gas ini juga disisihkan dari atmosfer
oleh berbagai proses kimiawi, proses biologic dan proses fisik seperti
pembentukan partikel, pengendapan dan penyerapan oleh air laut dan kulit bumi.
Waktu tinggal suatu jenis molekul gas yang memasuki atmosfer berada dalam
rentang hitungan jam hingga jutaan tahun yang bergantung pada jenis gas
tersebut.
Sebagian
jenis gas dapat dipandang sebagai pencemar udara (terutama jika konsentrasi gas
itu melebihi dari tingkat konsentrasi latar normal) baik gas yang berasal dari
sumber alami atau sumber yang berasal dari kegiatan manusia (anthropologic
sources). Table 1 menyatakan konsentrasi gas di dalam atmosfer yang bersih
dan kering pada permukaan tanah.
Table 1. Konsentrasi gas di dalam
atmosfer bersih dan kering
|
Jenis
Gas
|
Rumus
Kimia
|
Konsentrasi
(ppm volum)
|
Konsentrasi
(% volum)
|
|
Nitrogen
|
N2
|
780900
|
78.09
|
|
Oksigen
|
O2
|
209500
|
20.95
|
|
Argon
|
Ar
|
9300
|
0.93
|
|
Karbondioksida
|
CO2
|
320
|
0.032
|
|
Neon
|
Ne
|
18
|
0.0018
|
|
Helium
|
He
|
5.2
|
0.00052
|
|
Metan
|
CH4
|
1.5
|
0.00015
|
|
Krypton
|
Kr
|
1.0
|
0.0001
|
|
Hydrogen
|
H2
|
0.5
|
0.00005
|
|
Dinitrogen
oksida
|
N2O
|
0.2
|
0.00002
|
|
Karbonmonoksida
|
CO
|
0.1
|
0.00001
|
|
Xenon
|
Xe
|
0.08
|
0.000008
|
|
Ozon
|
O3
|
0.02
|
0.000002
|
|
Ammonia
|
NH3
|
0.006
|
0.0000006
|
|
Nitrogen
dioksida
|
NO2
|
0.001
|
0.0000001
|
|
Sulfur
dioksida
|
SO2
|
0.0002
|
0.00000002
|
|
Hydrogen
sulfida
|
H2S
|
0.0002
|
0.00000002
|
[Peave et al, 1986: 423]
Lapisan udara yang menjadi perhatian
utama dalam kaitan dengan pencemaran adalah troposfer. Pada lapisan inilah
terjadi peristiwa hujan asam. Hujan asam ini diakibatkan oleh reaksi dari gas
SOx dan NOx dengan H2O di dalam atmosfer serta
sinar matahari yang menghasilkan asam kuat seperti asam sulfat (H2SO4)
dan asam nitrat (H2NO3). Asam ini dapat merusak/mematikan
tumbuhan, hewan bahkan manusia serta mmerusak bangunan. [Peave et al, 1986]
Jenis dan
Pengaruh Senyawa Pencemar
Udara
alami tidak pernah dalam keadaan murni, karena gas-gas missal SO2, H2S
dan CO akan dibebaskan ke atmosfer akibat proses-proses alami yang berlangsung
seperti pembusukan (putrefaction) tumbuhan atau bangkai, kebakaran hutan
dan letusan gunung berapi. Gas dan partikel padat atau cair akan disebarkan
oleh angin ke seluruh bagian dan sebagian partiikel ini akan mengendap akibat
kecepatan yang dimiliki tidak dapat melawan gaya tarik bumi. Pencemaran alami
dan pencemar dari berbagai kegiatan manusia mengakibatkan kualitas uudara tidak
sesuai dengan kualitas udara bersih. Pengenceran senyawa-senyawa pencemar ini
oleh udara tidak berlangsuung secara keseluruhan pada tiap ketinggian dan tiap
saat. Difusi atmosferik adalah sangat kecil pada ketinggian 3000-4000 meter dan
bahkan pada keadaan nyata senyawa pencemar tidak ditemui pada ketinggian lebih
dari 600 meter. Hambatan geologik dan hambatan manusia mengakibatkan hambatan
pada gerakan udara sehingga terjadi penurunan kemampuan pencampuran dan
pengenceran.
Istilah
senyawa pencemar digunakan untuk berbagai senyawa asing dalam susunan udara
bersih dan senyawa ini dapat mengakibatkan gangguan atau penurunan kualitas
udara bersih serta penurunan kondisi fisik atmosfer. Senyawa-senyawa pencemar
udara dikelompokkan dalam senyawa-senyawa yang mengandung:
- Unsur karbon,
seperti CO dan hidrokarbon
- Unsur nitrogen,
seperti NO dan NO2
- Unsur sulfur,
seperti H2S, SO2 dan SO3
- Unsur halogen,
seperti HF
- Partikel padat
atau cair
- Senyawa
beracun, dan
- Senyawa
radioaktif
Senyawa
pencemar digolongkan sebagai: (a) senyawa pencemar primer, dan (b) senyawa
pencemar sekunder. Senyawa pencemar primer adalah senyawa yang langsung
dibebaskan dari sumber, sedangkan senyawa pencemar sekunder adalah senyawa baru
yang terbentuk akibat interaksi dua atau lebih senyawa pencemar primer selama
berada di atmosfer.
Lima
jenis senyawa pencemar yang umum dikaitkan dengan pencemaran udara adalah (1)
karbonmonoksida (CO), (2) oksida nitrogen (NOx), (3) oksida sulfur
(SOx), (4) hidrokarbon dan (5) partikel/debu. Satuan konsentrasi
yang digunakkan untuk menyatakan konsentrasi senyawa pencemar adalah µg/m3
yang menyatakan bobot zat dalam satu satuan m3 udara atau mg/m3
untuk keadaan yang tercemar berat atau ppm volum yang diukur pada keadaan
standar (25 ºC dan 1 atm).
Karbonmonoksida
Karbonmonoksida
adalah senyawa yang mempunyai sifat tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa
dan berupa gas pada temperature diatas -192 ºC (81 K) serta tidak larut dalam
air. Pengaruh gasi ini pada tumbuh-tumbuhan tidak memiliki makna pada
konsentrasi CO dibawah 100 ppm. [Stoker dan Seager, 1992]
Pengaruh
gas ini pada konsentrasi tinggi mengakibatkan kematian pada manusia. Ppengaruh
ini diakibattkan peracunan hemoglobin darah oleh gas CO dan membentuk ikatan
COHb. Hemoglobin adalah wahana pengalihan oksigen (oxyhemoglobin, O2Hb)
dari paru-paru ke sel dan membawa carboxyhemoglobin dari sel ke
paru-paru. Jika uudara mengandung CO, maka oksigen dan CO akan bersaing dan
oksigen akan mengalami kekalahan, karena laju pengikatan CO pada hemoglobin
adalah 200 kali lebih cepat dari pada laju pengikatan hemoglobin pada O2
atau COHb akan terbentuk lebih dulu daripada O2Hb. Kehadiran COHb
yang makin tinggi akan mengakibatkan pengaruh yang makin berat pada manusia.
Table 2 menyatakan pengaruh % COHb dalam darah pada manusia.
Table
2. Pengaruh Konsentrasi COHb dalam Darah pada Manusia
|
%
COHb dalam darah
|
Pengaruh
|
|
Kurang
dari 1
|
Tidak
ada
|
|
1.0
– 2.0
|
Perilaku
lain
|
|
2.0
– 5.0
|
Pusat
syaraf terganggu, kesulitan dalam pembedaan waktu atau terang dan gelap
|
|
>5.0
|
Gangguan
jantung dan paru-paru
|
|
10
– 80
|
Lelah,
pusing, pingsan, comma, kematian
|
Kegiatan manusia yang membebaskan CO ke
atmosfer dapat meningkatkan dua kali konsentrasi CO yang telah ada dalam
rentang waktu antara 4-5 tahun. Mekanisme alami untuk menyusutkkan atauu
menyisihkan CO dari udara telah dijadikan pokok bahasan dan sasaran dari
berbagai penelitian. Hasil penelitian ini mencakup antara lain:
1. Reaksi penyisihan yang sangat lambat di
atmosfer.
2. Laut yang merupakan sumber gas ini.
3. Ketidakmampuan tumbuhan untuk
penyisihan gas dari atmosfer.
4. Penyisihan yang berlangsung dengan
cepat oleh mikroba tanah. [Stoker dan Seager, 1973]
Operasi
penyisihan CO dari atmoosfer yang mencakupp “natural sinks” bergantung
pada strain mikroba tanah khusus yang terlibat.
Nitrogen Oksida
Rumus
kimiawi NOx digunakan untuk menyatakan gabungan oksida nitrogen NO (nitric
oxide) dan NO2 (nitrogen dioxide). Meskipun senyawa
nitrogen yang lain juga ditemui, tetapi dua senyawa ini yang terlibat
pencemaran udara di daerah urban. Ggas NO adalah gas yang tidak berwarna, tidak
berbau, tetapi gas NO2 berwarna merah coklat dan berbau yang
menyengat dan menyesakkan. Gas NO dibebaskan ke atmosfer dalam jumlah yang
lebih besar daripada NO2. Persamaan reaksii pebentukan kedua senyawa
ini dinyatakan sebagai:
N2
+ O2
→ 2NO [a]
2NO + O2
→ 2NO2 [b]
Reaksi
[a] berlangsung pada temperature diatas 1210 ºC yang merupakkan tempperatur
pembakaran bahan bakar dengan udara.
Reaksi
yang dapat bersaing adalah reaksi yang mencakup hidrokarbon yang terbebaskan
bersama sama NOx. Antar aksi hidrokarbon menghasilkan reaksi yang tak
seimbangdan pengubahan NO ke NO2 adalah lebih cepat daripada
penguraian NO2 ke NO dan O sehingga penimbunan ozon berlangsung
waktu tinggal NO2 di atmosfir yang didasarkan emisi global adalah 3
hari. Waktu tinggal ini menunjukkan peristiwa yang alami yang mencakup pula
reaksi foto kimiawi yang menghasilkan penyusutan konsentrasi oksida ini. Hasil
akhir dari proes oksida ini adalah asam nitrat yang akan mengendap dalam bentuk
garam nitrat . pernyataan persamaan reaksi untuk peristiwa ini adalah:
2NO2 + H2O → HNO3
+ HNO2
3NO2 + H2O → 2HNO3
+ NO
Reaksi
– reaksi yang berlangsung ini kurang bermakna. Jika perhitungan di dasarkan
pada konsentrasi NO, NO2, H2O di daerah urban dan laju
reaksi 0,1 pbb per jam. Hasil ini adalah sangat lambat bila dikaitkan dengan
waktu tinggal yang telah dinyatakan.
Suatu
mekanisme pembentukan HNO3 di daerah yang tercemar telah diajukan.
Konsentrasi ozon akan berperan pada keadaan yang memiliki konsentrasi NO2
maximum. Suatu rangkaian persamaan yang menyatakan pembentukan HNO3
adalah:
O3 + NO2
→ NO3 + O2
NO3 + NO2
→ N2O5
N2O5 + H2O → 2HNO3
Hal
yang penting dilakukan pembentukan HNO3 dan NO2
berlangsung dengan cepat diikuti oleh pembentukan partikel yang mengandung
senyawa nitrat pengaruh NOx pada tumbuhan mengakibatkan kerusakan
atau penyakit. Tetapi pengaruh langsung NOx atau pengaruh senyawa
pencemar skunder akibat siklus fotolitik NO2 adalah sulit
ditentukan. Kerusakan akibat NO2 di udara tampak di daerah industry
membebaskan NOx dalam konsentrasi yang tinggi misalnya industry asam
nitrat. Senyawa NO dan NO2 adalah berbahaya bagi kesehatan manusia
dan hewan. Hasil penelitian tentang uji kematian hewan menunjukan bahwa tingkat
peracunan NO2 adalah 4 kali lebih tinggi daripada tingkat peracunan
NO. konsentrasi NO dalam udara ambient dinyatakan tidak berbahaya bagi
kesehatan, tetapi bahaya akan timbul bila NO berubah ke NO2 yang
lebih beracun di atmosfir, NO2 menyerang paru-paru dan pernafasan.
Hasil pengujian dengan hewan menyatakan bahwa konsentrasi NO 100 ppm adalah
konsentrasi yang mematikan bagi hewan.
Bahan
juga akan mengalami kerusakan akibat pemaparan pada atmosfir yang mengandung
gas NOx missal pemudaran warna textile. Korosi regangan pada logam paduan nikel
dapat diakibatkan pula oleh senyawa NOx. Pegas relay telfon dapat dirusak oleh
debu senyawa nitrat yang dibentuk oleh hasil reaksi senyawa NOx di atmosfir.
Hidrokarbon
Uraian
hidrokarbon sebagai senyawa pencemar sering dikaitkan dengan photochemical
oxidant. Senyawa hidrokarbon adalah senyawa primer pencemar udara dan photochemical
oxidant adalah senyawa sekunder pencemar udara yang dihasilkan reaksi
antara senyawa pencemar primer udara di atmosfir. Senyawa hidrokarbon yang
dicakup dalam istilah pencemaran hidrokarbon adalah senyawa-senyawa yang
mengandung unsur C dan H dalam rumus molekulnya. Senyawa-senyawa ini dapat
berada dalam bentuk fasa gas, fasa cair, atau fasa padat. Senyawa hidrokarbon
akan membentuk fasa gas jika kandungan C di dalamnya adalah lebih kecil dari 5
bahkan kandungan atom C yang lebih banyak ditemui dalam senyawa hidrokarbon
yang berbentuk fasa padat missal aspal dan batubara. Senyawa hidrokarbon yang
dicakup dalam masalah pencemaran udara adalah senyawa hidrokarbon yang
berbentuk fasa gas dan cair yang mudah menguap. Senyawa-senyawa ini memiliki jumlah
atom C yang kurang dari 12 dan struktur yang sederhana. Senyawa-senyawa ini
dapat berupa senyawa alifatik, aromatic, atau alisiklik.
Hidrokarbon
berperan dalam produksi photochemical
oxidant. NO2 juga terlibat dalam proses pembentukan ini. Dua
senyawa pencemar sekunder yang berbahaya adalah ozon dan peroxyacetylnitrate
yang merupakan senyawa tersederhana dari kelompok peroxyacetylnitrate
(PAN). Ozon bukan senyawa turunan hidrokarbon, tetapi konsentrasi
ozon akan meningkat di dalam atmosfir yang merupakan akibat dari reaksi
hidrokarbon.
Sulfur Oksida
Sulfur
oxide (SOx) mungkin adalah pencemar anthropogenic yang paling
menyebar dan paling banyak dikaji diantara keseluruhan pencemar anthropogenic.
Kelompok oxide ini mencakup enam jenis oxide yang berbeda: sulfur
monoksida, sulfur trioxide, sulfur tetra oxide, sulfur sesquioxida,
sulfur heptoxida. SO2 dan SO3 adalah senyawa sulfur yang
menjadi perhatian dalam kajian tentang pencemaran udara.
SO2
adalah gas yang tak berwarna, tak dapat terbakar dan tak dapat meledak tetapi
berbau yang menyengat. Nilai ambang batas rasa 784 µg/m3 (0,3 ppm), nilai
ambang batas bau 1306 µg/m3 (0,5 ppm). Gas ini mudah larut dalam air 11,3 g/100
mL air pada 20 ºC dan memiliki bobot molekul 64,06 g/mol serta 2 kali bobot
udara. Perkiraan waktu tinggal gas ini dalam atmosfir berkisar antara 2 – 4
hari dan selama itu akan terbawa sejauh 1000 km. jadi pencemar SO2 akan menjadi
masalah internasional.
Gas
SO2 adalah relative mantap di dalam atmosfir dan dapat berlaku
sebagai pelaku reduksi atau oxidasi. SO2 menghasilkan SO3,
H2SO4 atau garam dari asam sulfat akibat dari reaksi
komponen lain secara foto kimia atau reaksi katalitik di atmosfir. Reaksi –
reksi yang berlangsung adalah:
SO2 + H2O → H2SO3
SO3 + H2O → H2SO4
Gas
SO2, H2SO4 dan garam sulfat cenderung
mengganggu membrane saluran pernafasan dan jadi pemicu penyakit pernafasan
kronis terutama bronchitis. Tumbuhan juga akan mengalami kerusakan oleh gas SO2
dan asam H2SO4 misal tanaman yang peka pada gas adalah
alfafa, kapas dan kedelai serta sayuran kacang, bayam dan lettuce. Bahan
bangunan juga akan mengalami kerusakan terutama bahan yang mengandung senyawa
karbonat missal marmer, kapur, karbonat akan digantikan oleh sulfat dan akan
terlarut oleh air. Gypsum CaSO4 yang terbentuk akan terbasuh oleh
air dan meninggalkan permukaan yang berlubang dan permukaan berubah warna.
Partikulat
Partikulat
atau padayan renik dapat berbentuk cairan atau padatan. Partikulat ini adalah
bahan yang tersebar di udara baik cairan atau padatan yang merupakan agregat
individu dengan ukuran yang lebih besar daripada molekul tunggal tetapi lebih
kecil dari 500 µm. particulat ini dapat dipilah dan dibahas atas dasar warna
fisik, kimia, dan biologic. Watak fisik meliputi ukuran proses pembentukan,
watak pengendapan, dan watak optic. Watak kimia mencakup senyawa organic atau
senyawa anorganik. Watak biologic berkaitan dengan jenis bakteri, spora atau
virus. Ukuran partikulat merupakan watak fisik yang utama.
Partikel
dikelompokan atas dasar pembentukan dalam : debu (dust), asap (smoke),
fumes, abu terbang (fly-ash), kabut (mist), atau spray.
Empat jenis pertama berupa padatan dan dua jenis yang lain adalah cairan. Debu
dihasilkan dari pemecahan massa yang lebih besar missal pemecahan, penggerusan
atau peledakan. Debu juga dihasilkan dari proses atau penanganan bahan misalnya
batubara, semen, padi-padian atau produk samping proses mekanik missal
penggergajian kayu. Ukuran berkisar antara 1-10000 µm dan mudah mengendap
akibat gaya gravitasi.
Asap
adalah partikel yang halus akibat dari pembakaran tak sempurna senyawa organic
missal tembakau, kayu atau batubara. Asap ini terutama disusun oleh karbon dan
bahan lain dan berukuran 0,5-1 µm. Fumes adalah partikel yang halus dan
merupakan hasil kondensasi uap bahan padat missal oksida seng, oxide timbale.
Fumes ini dapat dihasilkan dari proses sublimasi, distilasi, kalsinasi,atau
pencairan logam. Ukuran fumes adalah 0,03-0,3 µm.
Abu
terbang berasal dari hasil pembakaran batubara yang berupa partikel tak terbakar
yang semula dikandung oleh batubara. Ukuran abu ini berkisar 1-1000 µm. abu ini
berwatak seperti asap akibat hasil pembakaran dan berwatak pula seperti fumes
akibat kandungan bahan anorganik atau mineral.
Kabut
adalah butir cair yang terbentuk akibat kondensasi uap atau disperse cairan.
Ukuran kabut adalah kurang dari 10 µm. jika konsentrasi kabut ini tinggi, maka
jarak pandang akan munurun. Spray merupakan partikel cairan yang dibentuk oleh
proses atomisasi cairan awal missal pestisida dan herbisida. Ukuran partikel
berkisar antara 10-1000 µm.
- Pencemaran Udara
Alam
dan kegiatan manusia serta industry membebaskan senyawa kimia ke lingkungan
udara. Jika senyawa itu adalah asing untuk komposisi udara atau konsentrasi
suatu jenis senyawa itu melebihi nilai ambang batas (TLV: threshold limit
value), maka udara itu mengalami pencemaran. Pencemaran udara adalah
peristiwa pemasukan dan/atau penambahan senyawa, bahan atau energy ke dalam
lingkungan udara akibat kegiatan alam dan manusia, sehingga temperature dan udara
tidak sesuai lagi untuk tujuan pemanfaatan yang paling baik atau nilai
linggkungan udara itu menurun.
Dampak
lingkungan akibat pencemaran udara dapat diamati pada:
- Lingkungan
fisik, dan
- Lingkungan
kesehatan.
Dampak
lingkungan fisik diakibatkan oleh padatan renik atau debu, gas-gas
karbonmonoksida, hidrookarbon, nitrogen oksiida dan sulfur oksida. Dampak ini
dapat mengakibatkan dampak lanjutan pada lingkungan kesehatan, yang terlihat
pada:
- Penurunan jarak
pandang dan radiasi matahari,
- Kenyamanan yang
berkurang,
- Kerusakan
tanaman,
- Percepatan
kerusakan bahan konstruksi dan sifat tanah, dan
- Peningkatan
laju kematian atau jenis penyakit.
Ross
[1972] menyatakan bahwa pencemaran udara yang merupakan akibat dari kegiatan
manusia dibangkitkan oleh enam sumber utama:
- Pengankutan
- Kegiatan rumah
tangga
- Pembangkitan
daya yang menggunakan bahan bakar minyak atau batubara
- Pembakaran
sampah
- Pembakaran sisa
pertanian dan kebakaran hutan
- Pembakaran
bahan bakar dan emisi proses.
Industry
memberikan bagian yang relative kecil pada pencemaran atmosferik jika
dibandingkan dengan pengangkutan. Meskipun industry dalam kenyataan memberikan
bagian yang kecil dalam emisi senyawa pencemar, tetapi suumber ini mudah
diamati, karena industry meruppakan sumber pencemaran tiitik (point source
of pollution). Bagian paling besar yang dibebaskan oleh industry adalah
padatan renik atau debu. Debu ini memberikan dampak negative bagi lingkungan
biotic dan fisik.
Meskipun
industry memberikan sumbangan pada pencemaran atmosferik yang relative rendah,
namun industry harus dan wajib melakukan penanggulangan pencemaran.
Pengendalian pencemaran ini akan mengakibatkan tingkat:
- Kesehatan
masyarakat lebih baik
- Kenyamanan
hidup yang lebih tinggi
- Resiko lebih
rendah
- Kerusakan
meteri yang rendah
- Kerusakan lingkungan
lebih rendah atau menurun.
Kendala
yang harus dipertimbangkan adalah watak pencemaran itu sendiri. Watak ini
tergantung:
- Jenis dan
konsentrasi senyawa yang dibebaskan ke lingkungan,
- Kondisi
geografik, dan
- Kondisi
meteorologik.
Upaya
pengendalian pencemaran udara oleh industry yang pertama kali adalah
penanggulangan emisi debu, sedangkan penanggulangan emisi senyawa pencemar fasa
gas sering diusahakan pada tingkat akhir. Maslah ini lebih menonjol, karena
indutriawan lebih mudah memahami masalah debu yang tampak dibandingkan dengan
masalah senyawa pencemar yang tidak tampak. Perancang pabrik selalu
berkeinginan agar kedua masalah itu dapat dipertimbangkan sejak awal rancangan,
karena penambahan unit yang khusus digunakan untuk penghilangan senyawa pencemar
fasa gas akan memerlukan biaya yang relative lebih tinggi, jika penambahan unit
dilakukan pada waktu pabrik telah beroperasi.
- Usaha Pengendalian
Pencemaran Udara
Jika
pengendalian pencemaran ingin diterapkan, maka berbagai pendekatan dapat
dipilih untuk menentukan metoda pengendalian pencemaran udara. Pengendalian
pencemaran yang dapat dilakukan meliputi pengendalian pada sumber pencemar dan
pengenceran sehingga senyawa pencemar itu tidak berbahaya lagi baik untuk
lingkungan fisik dan biotic maupun untuk kesehatan manusia.
Usaha penanggulangan pencemaran
udara ada dua macam:
- Penanggulangan secara non- teknis
- Penanggulangan secara teknis
Penanggulangan secara non- teknis
Yaitu
suatu usaha untuk mengurangi dan menanggulangi pencemaran lingkungan dengan
cara menciptakan peraturan perundangan yang dapat merencanakan, mengatur dan
mengawasi segala macam bentuk kegiatan industri dan teknologi sedemikian rupa
sehingga tidak terjadi pencemaran lingkungan.
Hal ini
dapat dilakukan dengan cara memberikan gambaran secara jelas tentang kegiatan
industri dan teknologi yang akan dilaksanakan disuatu tempat, meliputi:
- Penyajian informasi lingkungan
- Analisis dampak lingkungan
- Perencanaan kawasan kegiatan industri dan teknologi
- Menanamkan perilaku disiplin
Penanggulangan secara teknis
Yaitu
penanggulangan yang ditempuh dengan tindakan pada suatu industri tersebut.
Banyak cara yang dilakukan, antara lainnya:
1.
Mengubah proses
2.
Mengganti sumber energi
3.
Mengelola limbah
4.
Menambah alat bantu
5.
Perencanaan manajemen lalu lintas (pada sistem
transportasi)
Pengendalian
senyawa pencemar pada sumber merupakan upaya yang paling berhasil-guna bahkan
pengendalian ini dapat mengghilangkan atau paling sedikit mengurangi kadar
senyawa pencemar dalam aliran udara atau fasa yang dibebaskan ke lingkungan.
Pengendalian
pencemaran dapat dicapai dengan pengubahan:
- Jenis senyawa
pembantu yang digunakan dalam proses
- Jenis peralatan
proses
- Kondisi
operasi, dan
- Keseluruhan
proses produksi itu sendiri.
Pemilihan
tingkat kerja (actions) itu selalu dikaitkan dengan penilaian ekonomik
seluruh produksi. Hal-hal yang menyulitkan adalah proses produksi yang berada
di bawah lisensi. Jika pembentukan senyawa pencemar ini tidak dapat dihindarkan
lagi, maka pemasangan alat untuk menangkap senyawa ini harus dilakukan. Secara
umum penghilangan senyawa pencemar yang akan memasuki atmosfer adalah metoda
yang didasarkan atas pengurangan (reduction) senyawa pencemar.
Berbagai
jenis alat pengumpul (collectors) didasarkan atas pengurangan kadar debu
saja atau kadar debu dan gas. Prinsip pengurangan kadar debu dalam aliran gas
yang dibebaskan ke lingkungan diantaranya:
Pemisahan jenis ini menerapkan gerakan
partikel menurut Brown. Alat ini dapat memisahkan debu dengan rentang ukuran
0.01-0.05 mikron. Alat yang dipatenkan dibentuk dengan susunan filament gelas
dengan jarak antar filament yang lebih kecil dari lintasan bebas rata-rata
partikel.
Deretan penapis atau penapis kantung (filter
bag) akan dapat menghilangkan debu hingga ukuran diameter 0.1 mikron.
Penapis ini dibatasi oleh pembebanan yang rendah, karena pembersihan
membutuhkan waktu dan biaya yang tinggi. Susunan penapis yang bias digunakan
untuk gas buang yang mengandung minyak atau debu higroskopik. Temperature gas
buang dibatasi oleh komposisi bahan penapis.
Alat ini memberikan tegangan tinggi
pada aliran gas berkecepatan rendah. Debu yang telah menempel dapat dihilangkan
secara beraturan dengan cara getaran. Keuntungan yang diperoleh adalah debu
yang kering dengan ukuran rentang 0.3-0.5 mikron. Tetapi secara teoritik ukuran
partikel yang dapat dikumpulkan tidak memiliki batas minimum.
Pemisah debu dari aliran gas didasarkan
atas gaya sentrifugal yang dibangkitkan oleh bantik saluran masuk alat. Gaya
ini melemparkan partikel ke dinding dan gas berputar (vortex) sehingga
debu akan menempel di dinding serta terkumpul di dasar alat. Alat yang
menggunakan prinsip ini dapat digunakan untuk pemisahan partikel besar dengan rentang
ukuran diameter hingga 10 mikron.
Pemisah ini bekerja atas gaya inersia
yang dimiliki oleh partikel di dalam aliran gas. Pemisahan ini menggunakan
susunan penyekat, sehingga partikel akan bertumbukan dengan penyekat ini dan
akan dipisahkan dari aliran fasa gas. Kendala daya guna ditentukan oleh jarak
antar penyekat. Alat yang didasarkan atas prinsip gaya inersia bekerja dengan
baik untuk partikel yang memiliki ukuran diameter lebih besar daripada 20
mikron. Rancangan yang baru dapat memisahkan partikel yang berukuran hingga 5
mikron.
- Pengendapan
akibat gaya gravitasi
Rancangan alat ini didasarkan perbedaan
gaya gravitasi dan kecepatan yang dialami oleh partikel. Alat ini akan bekerja
dengan baik untuk partikel dengan ukuran diameter yang lebih besar daripada 40
mikron dan tidak digunakan sebagai pemisah debu tingkat akhir.
Prinsip kerja pada menara percik ini
adalah aliran gas yang berkecepatan rendah bersentuhan dengan aliran air yang
bertekanan tinggi dalam bentuk butir. Alat ini merupakan alat yang relative
sederhana dengan kemampuan penghilangan pada tingkat sedang (moderate).
Alat dengan prinsip ini dapat mengurangi kandungan debu dengan rentang ukuran
diameter 10-20 mikron dan gas yang larut dalam air.
Modifikasi siklon ini menangani gas
yang berputar lewat percikan air. Butiran air yang mengandung dan gas yang
terlarut akan dipisahkan dengan aliran gas utama atas dasar gaya sentrifugal. Slurry
ini dikumpulkan di bagian bawah siklon. Siklon jenis ini lebih efektif daripada
menara percik. Rentang ukuran diameter debu yang dapat dipisahkan adalah 3-5
mikron.
Rancangan pemisahan venturi ini didasarkan
atas kecepatan gas yang tinggi dan berkisar antara 30-150 meter per detik pada
bagian yang disempitkan dan gas bersentuhan dengan butir air yang dimasukan di
daerah itu. Alat ini dapat memisahkan partikel hingga ukuran 0.1 mikron dan gas
yang larut dalam air.
- Tumbukan pada
piringan yang berlubang
Alat ini disusun oleh piringan yang
berlubang dan gas yang lewat orifis ini berkecepatan 10 hingga 30 meter per
detik. Gas ini membentur lapisan air hingga membentuk percikan air. Percikan
ini akan bertumbukan dengan penyekat dan air akan meyerap gas serta mengikat
debu. Gas yang memiliki kelarutan sedang dapat diserap dengan air dalam alat
ini. Ukuran partikel paling kecil yang diserap adalah 1 mikron.
Prinsip penyerapan gas dilakukan dengan
cara persentuhan cairan dan gas di daerah antara packing. Aliran gas dan
cairan dapat searah arus maupun berlawanan arah arus atau aliran melintang.
Rancangan baru alat ini dapat menyerap debu yang lebih besar dari 10 mikron.
- Pencuci dengan
pengintian
Prinsip yang diterapkan adalah
pertumbuhan inti dengan kondensasi dan partikel yang dapat ditangani berukuran
hingga 0.01 mikron serta dikumpulkan pada permukaan filament.
Penyerapan partikel dilakukan dengan
cara mengalirkan aliran gas lewat cairan yang berisi bola-bola berdiameter 1-5
cm. Partikel dapat dipisahkan dari aliran gas, karena debu bertumbukan dengan
bola-bola itu. Efisiensi penyerapan gas bergantung pada jumlah tahap yang
digunakan.
Upaya
pembersihan aliran gas atau udara sebelum dibebaskan ke lingkungan dapat
dihubungkan dengan kebutuhan proses produksi, perolehan produk samping atau
perlindungan lingkungan. Seringkali alat ini merupakan bagian integral dari
suatu proses, jika sasaran utama adalah penghilangan gas yang beracun atau
mudah terbakar.
Debu
ditemui dalam berbagai ukuran, bentuk, komposisi kimia, densitas (trace,
apparent, bulk density), daya kohesi, sifat higroskopik dan lain-lain.
Variable yang aneka ragam ini mengakibatkan pemilihan alat dan system
pengendalian pencemaran udara oleh debu dan gas harus berhubungan dengan
sasaran masalah pembersihan gas dan watak kinerja alat disamping penilaian
ekonomik.
Penggunaan
alat pengendalian pencemaran di dalam suatu system produksi harus dikaji sesuai
dengan watak proses, watak gas yang dibuang, kondisi operasi dan biaya. Masalah
rancangan proses pengendalian merupakan kegiatan yang menentukan dalam
pemilihan system dan teknologi pengendalian pencemaran udara dalam industry.
- Teknologi
Pengendalian Pencemaran Udara
Teknologi
pengendalian pencemaran udara dalam suatu plant atau tahap proses dirancang
untuk memenuhi kebutuhan proses itu atau perlindungan lingkungan. Teknologi ini
dapat dipilih dengan penerapan susunan alat pengendali sehingga memenuhi
persyaratan yang telah disusun dalam rancangan proses.
Rancangan
proses pengendalian pencemaran ini harus dapat memenuhi persyaratan yang
dicantumkan dalam peraturan pengelolaan lingkungan. Rancangan ini harus
mempertimbangkan factor ekonomi. Jadi penerapan peralatan pengendalian ini
perlu dikaitkan dengan perkembangan proses produksi itu sendiri sehingga
memberikan nilai ekonomik yang paling rendah baik untuk instalasi, operasi dan
pemeliharaan. Nilai ekonomik yang dihubungkan dengan biaya produksi ini masih
sering dianggap cukup besar. Penilaian ekonomik yang dihubungkan dengan
kemaslahatan masyarakat kurang ditinjau, karena analisis ini kurang dapat
dipahami oleh pihak industriawan. Dengan demikian penerapan peraturan harus
dilaksanakan dan diawasi dengan baik, agar penerapan teknologi pengendalian ini
bukan hanya sekedar memasang alat pengendalian pencemaran udaram tetapi kinerja
alat ini tidak memenuhi persyaratan.
Teknologi
pengendalian ini perlu dikaji dengan seksama, agar penggunaan alat tidak
berlebihan dan kinerja yang diajukan oleh pembuat alat dapat dicapai dan
memenuhi persyaratan perlindungan lingkungan. System pengendalian ini harus
diawali dengan memahami watak emisi senyawa pencemar dan lingkungan penerima.
Teknologi pengendalian yang sempurna akan membutuhkan biaya yang besar sekali
sehubungan dengan dimensi alat, kebutuhan energy, keselamatan kerja dan
mekanisme reaksi.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi dalam pemilihan teknologi pengendalian atau rancangan system
pengendalian meliputi:
- Watak gas buang
atau efluen
- Tingkat
pengurangan yang dibutuhkan
- Teknologi
komponen alat pengendalian pencemaran
- Kemungkinan
perolehan senyawapencemar yang bernilai ekonomik.
Watak
efluen merupakan factor penentu dan tidak dapat digunakan untuk penyelesaian
semua jenis pengendalian pencemaran. Jadi watak fisik kimia dan eluen dan
lingkungan penerima harus di fahami dengan baik. Kemungkinan fenomena
sinergetik yang dapat berlangsunghars dapat di perkirakan, jika perubahan watak
atau komposisi effluent atau proses produksi dapat berlangsung dalam waktu yang
akan datang.
Rancangan
system penglolaan udara di daerah industry meliputi semua langkah perbaikan dan
metode perlakuan yang menjamin hasil guna yang ekonomis untuk penyelesaian
masalah. Pengkajian yang rinci harus dilakukan untuk system yang lengkap.
Penilaian masalah pencemaran udara untuk system produksi meliputi tahap-tahap :
1. Tahapan penialain masalah, meliputi :
1. Penyigian plant
2. Pengujian dan pengumpulan data
3. Penentuan kriteria rancangan yang
mencakup pengkajian watak efluaen dengan baku mutu lingkungan udara
2. Tahap kajian teknis dan rekayasa, yaitu
melaksanakan:
1. Penilaian system dan teknologi pengendalian
pencemaran, yang meliputi: (1) Sumber perbaikan, (2) Metode perlakuan yang
memperhatikan cara pengumpulan, pendidikan, disperse dan pembuangan, dan (3)
Perolehan kembali senyawa yang bernilai ekonomik.
2. Kajian ekonomik yang meliputi investasi
dan operasi
3. Tahap rancangan dan konstruksi,
meliputi:
1. Pemilihan system pengendalian
2. Rancangan proses dan rekayasa serta
konstruksi
Sistem
pengendalian pencenmaran ini akan selalu memasang cerobong sebagai upaya untuk
mengurangi konsentrasi senyawa pencemar pada saat pembebasan ke udara.
Rancangan cerobong ini harus memiliki persyaratan tingkat konsentrasi di
permukaan dan watak lingkungan udara yang meliputi kemantapan dan derajat
inversi. Industri telah menerapkan system
pengendalian pencemaran udara dan system ini terutama dikaitkan dengan proses
produksi serta penanggulangan pencemaran debu. Masalah ini belum dirancang
secara seksama, meskipun baku mutu emisi udara untuk sumber yang tak bergerak
yang akan digunakan sebagai acuan di Indonesia telah di terbitkan jika
rancangan system menggunakan baku mutu dari emisi udara dari Negara yang sudah
mantap dalam pengelolaan lingkungan udara, maka teknilogi yang di pilih akan
lebih mahal. Hal ini diakibatkan oleh peralatan yang telah diproduksi itu
berdasarkan acuan baku mutu emisi udara yang brlaku di Negara tersebut.