puisi dari kurniawan gunadi
TUHAN TIDAK PERNAH TINGGAL DIAM
Karena diam adalah bahasa yang hanya bisa dipahami dengan hati. Hanya
hati yang jernih, yang bisa melihat diam sebagai sebuah puisi indah,
sebagai sajak panjang dalam malam-malam sunyi.
Karena diam adalah bahasa yang hanya dipahami oleh diri sendiri dan
Tuhan. Memilih diam, adalah memilih bercakap dengan diri sendiri. Dan
hanya Tuhan yang tahu. Sebab itu aku memilih diam. Sebab aku tahu, Tuhan
tidak akan pernah diam saja. Dia berbuat sesuatu dan aku tidak tahu.
Tapi aku selalu tahu, bahwa Dia tidak sekalipun berniat buruk padaku.
Karena diam adalah bahasa yang selama ini disampaikan bumi kepada
langit. Hujan kepada tanah. Angin kepada pucuk-pucuk bunga. Tanah kepada
akar pohon. Malam kepada pagi. Dan kini diam adalah bahasa yang aku
sampaikan kepadamu.
Sebab alam mengajarkan cinta dalam diamnya. Memelihara cinta dalam
diamnya. Memanjatkan cinta dalam bahasanya. Sebab semesta mengajarkan
kasih sayang dalam diamnya. Mengajarkan keindahan dalam heningya. Dan
ketenangan selalu berhubungan dengan keheningan
Tidak perlu banyak bicara dan banyak tingkah untuk mengungkapan bahasa
ini. Sebab, telah aku tahu bahwa meski diam. Tuhan tidak akan diam saja.






0 comments:
Post a Comment